AOne | Software Manajemen Sekolah, Bimbel & Lembaga Belajar di Indonesia
Pemilihan media yang tepat sangat krusial karena secara langsung memengaruhi daya serap siswa terhadap materi yang disampaikan.
Media yang relevan mampu menyederhanakan konsep rumit menjadi visual yang mudah dipahami, sehingga motivasi belajar meningkat dan tujuan instruksional tercapai dengan lebih efektif.
Media pembelajaran adalah segala alat, bahan, atau perantara yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengajar ke siswa guna merangsang pikiran, perasaan, dan minat belajar.
Media ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi agar materi yang bersifat abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami.
AOne mampu mengotomasi seluruh aktivitas operasional dan administratif sekolah atau lembaga belajar Anda, sehingga Anda dan pendidik bisa fokus pada pembelajaran dan pemilihan media pembelajaran yang sesuai.
Jadwalkan demo gratis dengan tim AOne hari ini agar kami dapat membantu transformasi lembaga belajar Anda.
Sebagai penghubung antara lembaga pendidikan dan peserta didik, di era perkembangan teknologi informasi pengajar kini lebih dituntut untuk memberikan inovasi dan lebih terampil menyajikan media pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Namun sebelum memilih media yang tepat sasaran serta relevan dengan peserta didik maupun perkembangan zaman, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui.
Beberapa hal seperti pengertian, macam-macam, fungsi, contoh, manfaat, hingga tantangan media pembelajaran yang perlu diperhatikan anda sebelum menentukan media agar output yang dihasilkan menjadi lebih maksimal.
Media sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti sebagai alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk. Sedangkan pembelajaran dalam KBBI berarti proses, cara, atau perbuatan menjadikan orang belajar.
Jika di simplifikasi secara definisi merupakan segala sarana atau alat yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat menstimulasi perhatian dan minat peserta didik untuk belajar.
Berikut ini adalah beberapa macam media yang dapat anda implementasikan dalam kegiatan belajar mengajar dalam lembaga atau sekolah sehingga prosesnya menjadi lebih menarik dan variatif.
Media yang satu ini erat kaitannya dengan indera pendengaran. Fokus dari media ini adalah menuangkan materi pembelajaran melalui medium vokal atau verbal.
Tak jarang ditambahkan juga dengan objek-objek audio lainnya seperti musik atau sound effect agar pengalaman belajar lebih realistis.
Kini media audio tidak hanya terpaku pada media konvensional seperti radio, namun ada bentuk baru seperti podcast ataupun audio book yang bisa menjadi alternatif media pembelajaran audio.
Media pembelajaran berbasis visual memungkinkan pesan atau materi pembelajaran dituangkan dalam bentuk gambar atau bentuk visual lainnya.
Selain menjadi format utama, media visual dapat dijadikan media pelengkap media lainnya sebagai penunjang pembelajaran agar lebih menarik.
Infografis, gambar, atau foto adalah beberapa jenis media yang umum digunakan dalam varian media visual.
Media audio visual menggabungkan kedua indera pendengaran dan penglihatan sehingga pengalaman dalam belajar pun terasa multi dimensi dan relatif membuat peserta didik menjadi lebih menarik.
Tak jarang penggunaan film, short film, video blog, atau video belajar kini lazim digunakan untuk menunjang atau sebagai sumber pembelajaran utama khususnya bagi kegiatan belajar mengajar jarak jauh.
Secara umum manfaat media dalam pembelajaran adalah memperlancar interaksi guru dan siswa, dengan maksud untuk membantu siswa belajar secara optimal.
Jika dibedah lebih lanjut media belajar juga memiliki segudang manfaat demi terciptanya tujuan belajar yang lebih baik, berikut diantaranya:
Kami mencoba merangkum beberapa fungsi berdasarkan beberapa sumber dan pendapat para ahli pendidikan mengenai media pembelajaran. Berikut diantaranya,
Selain manfaat yang perlu disadari akan penggunaan media belajar, menjadi penting bagi anda sebagai fasilitator ataupun guru dan tutor untuk mempertimbangkan beberapa aspek memilih media belajar yang sesuai.
Dalam media pembelajaran tidak ada patokan khusus medium seperti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, selama itu masih sesuai dengan pengajaran dan tidak melanggar apapun.
Kebebasan dalam memanfaatkan media membuat pengajar semakin kreatif dan inovatif dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.
Tidak hanya memanfaatkan teknologi yang semakin canggih seperti teknologi artificial intelegence, atau, augmented reality.
Guru dapat menggunakan berbagai macam perangkat digital multimedia dalam memberikan materi kepada siswanya.
Adapun beberapa contoh dari media pembelajaran yang interaktif berbasis teknologi yang kini menjadi cara revolusioner dalam pendidikan berikut pemaparannya.
Saat ini hampir sebagian besar guru dan murid memiliki gadget yang memiliki kemampuan mengakses internet. Hal ini menjadi opsi media yang interaktif berbasis teknologi yang mampu mengefisiensi segalanya.
Untuk lembaga pendidikan sudah banyak yang menggunakan software pembelajaran untuk membantu proses perencanaan hingga pelaksanaan pembelajaran.
Untuk peserta didik pun banyak mendapat benefit dengan adanya hal tersebut, faktor kemudahan dan kecepatan adalah salah satu alasannya.
Kini sudah banyak pilihan web ataupun platform edukasi yang menawarkan full experienced pembelajaran yang memungkinkan siswa dan guru melakukan kegiatan pembelajaran dimana saja.
Tidak hanya teks yang bisa dibaca namun di beberapa platform dan website terdapat pula konten berupa video atau fitur interaktif lainnya.
Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang mampu merealisasikan dunia virtual ke dunia nyata.
Teknologi AR mampu menghadirkan obyek virtual (teks, gambar, dan animasi) ke dalam dunia nyata, sehingga dapat membuat siswa seolah-olah dihadapkan pada obyek pembelajaran secara realistis dan proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Bermain game sambil belajar merupakan hal yang tentu akan dipilih oleh siswa jika diberi pilihan bagaimana mereka harus belajar.
Selain aspek kompetitif dan tantangan yang ditawarkan game, aspek edukasi atau tak jarang quiz (ujian) dapat dilakukan dengan media pembelajaran interaktif jenis game based learning.
Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intellegence (AI) yang semakin canggih dapat juga dijadikan opsi media pembelajaran, mengingat selama 24 jam tidak mungkin guru atau tutor dapat mendampingi kegiatan belajar dari peserta didik.
AI seperti ChatGPT kini sudah banyak dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan terbukti menjadi solusi sebagai mentor virtual.
Tidak hanya siswa atau peserta didik yang harus selalu beradaptasi dengan kurikulum dan teknologi namun, tutor ataupun guru sebagai fasilitator harus selalu adaptif dengan teknologi khususnya karena digitalisasi pendidikan merupakan realita.
Memilih media pembelajaran adalah salah satu kunci agar guru dan murid saling menemui ekspektasinya. Hal yang utama dalam memilih media pembelajaran adalah memikirkan aspek relevansi, efisiensi, dan efektivitas.
Pelajari bagaimana aplikasi manajemen lembaga belajar AOne dapat membantu Anda.

Jadwalkan demo gratis dengan tim AOne hari ini agar kami dapat membantu transformasi lembaga belajar Anda.
